Senin, 12 Desember 2011

PENGKHOTBAH

Segala sesuatu adalah sia-sia
 
 Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud raja di Yerusalem.
Kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain lain datang, tetapi bumi tetap ada. Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. semua sungai mengalir ke laut tetapi laut tidak juga menjadi penuh, kemana sungai mengalir ke situ sungai mengalir selalu. segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia. mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar. apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi tidak ada sesuatu yang baru di bawah sinar matahari. adakah sesuatu yang dapat dikatakan "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datang pun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.

Semua adalah sia-sia